Diberdayakan oleh Blogger.

BERITA TERKINI

Kemana Kekuatan Parpol Islam menjelang Pilpres? | ‏@MahfudzSiddiq

Written By PKS KABUPATEN TEGAL on Jumat, 18 April 2014 | 18.4.14


Ketua Komisi I DPR RI
Twit @MahfudzSiddiq
1. Salah satu pertimbangan PKS dalam urusan koalisi Pilpres adalah terjaganya soliditas internal partai. #koalisiParpolIslam

2. PKS sgt perhatikan ide koalisi parpol Islam. Merekam aspirasinya. Mengaggregasi dan mengadvokasi kepentingannya. Dalam posisi manapun #koalisiParpolIslam

3. Namun agenda keumatan bagi PKS adalah bagian utuh dari agenda kebangsaan. Yang ternyata tdk tersekat oleh garis ideologi dan aliran politik.  #koalisiParpolIslam

4. Koalisi keumatan pada basis sosial menjadi alas bagi koalisi pada basis politiknya. Down to earth. Ini agenda dakwah dan agenda politik PKS. #koalisiParpolIslam

5. Kemimpinan @anismatta di PKS akan mengokohkan paradigma PKS sbg partai dakwah. Juga organisasi, agenda dan metode kerjanya. #koalisiParpolIslam

6. Pileg 2014 ini telah sajikan peta bagi PKS akan postur kekuatannya, efektivitas sistem organisasinya, dan membuka "Jalan Baru" ke depan. #koalisiParpolIslam

7.  Memang ada konteks sejarah dan sikon politik berbeda antara masa di mana pernah parpol Islam bersatu dgn kondisi politik kekinian. #koalisiParpolIslam

8. Polarisasi ideologis dan fragmentasi parpol Islam pada masa lalu men-drive mereka untuk membangun konfederasi parpol Islam. #koalisiParpolIslam

9. Dengan platform ideologis kebangsaan yg sama, diferensiasi antar partai - termasuk parpol Islam sekarang lebih pada agenda dan program. #koalisiParpolIslam

10. Yg plg mungkin & lbh mudah dilakukan saat ini adl konvergensi agenda & program parpol Islam yg didesakkan di domain legislatif & eksekutif.  #koalisiParpolIslam

11. Kaukus "legislator muslim" bisa menjadi jembatan antara aspirasi keumatan dgn para pengambil kebijakan di tiga cabang kekuasaan. #koalisiParpolIslam

12. Bahkan aktivis Islam yang terjun ke dunia politik skrg tersebar di berbagai parpol. Namun belum ada forum untuk mereka sharing ide & agenda. #koalisiParpolIslam

13. Di lapis sosial, ummat Islam juga direpresentasikan kepentingannya oleh berbagai ormas dan perkumpulan. Nyaris blm tersambung dgn parpol. #koalisiParpolIslam

14. Jujur kalau bicara koalisi parpol Islam banyak lapisan2 yg harus dibedah dan direkonstruksi. Dan gak mungkin diproses jelang Pilpres semata. #koalisiParpolIslam

15. Munculnya kembali ide koalisi parpol Islam memang ada yg nuansa politis tapi juga ada yg substantif. Yg terakhir ini hrs terus dieksplorasi. #koalisiParpolIslam

**(bagian-1)**

Pertemuan Cikini : Partai Islam Bersatu ? | by @Fahrihamzah

Twit @Fahrihamzah
(17/4/2014)
Tokoh-tokoh Islam dan para politisi dari partai berbasis Islam bertemu di Cikini, Jakarta Pusat, kemarin malam Jumat (Kamis, 17/4/2014).
Ada empat parpol yang mengikuti pertemuan 'Koalisi Cikini'. PAN diwakili Amien Rais selaku Ketua Majelis Pertimbangan Partai dan sekretarisnya, Azwar Abubakar. PKB mengutus bendahara umumnya, Bahruddin Nashori. PPP diwakili salah satu fungsionarisnya, Muchdi PR. Dan PKS dihadiri langsung Presidennya, Anis Matta, beserta tokoh senior PKS Hidayat Nurwahid dan Fahri Hamzah.

Berikut tanggapan Fahri Hamzah usai pertemuan Cikini. 


Saya ingin twit sedikit soal pertemuan tadi. Yang menurut saya adalah #ForumOrmasIslam memberi masukan. 

Jadi itu adalah undangan kepada kami partai2 Islam dan berbasis Islam. #ForumOrmasIslam 

Undangan yang mulai yang kami hadiri dengan baik dan hanya @anismatta yang ketua umum. (parpol lain mengutus wakilnya, bukan ketumnya). 

Nuansa pembicaraan adalah pertama, kekecewaan dan protes kepada lembaga survey. 

Rupanya mereka selama ini sakit hati oleh prediksi seolah partai Islam akan tamat di pemilu 2014 ini. #ForumOrmasIslam 

Dan mereka senang juga bahwa ternyata prediksi itu meleset total. Tak terbendung ekspresi kegembiraannya. #ForumOrmasIslam 

Kedua, mereka ikut senang dan bangga karena ternyata partai Islam ini suaranya naik. #ForumOrmasIslam 

Bayangkan kegembiraan dari dugaan partai Islam hilang menjadi sekitar sekitar 35% +PBB. 

Belum dihitung kursi yang bisa jumlahnya lebih besar dari jumlah % suara. 

Ketiga, melihat keberhasilan itu, #ForumOrmasIslam mengusulkan agar partai Islam bersatu. 

Usulnya memang sampai pada tingkat agar partai Islam memiliki pasangan calon sendiri. #ForumOrmasIslam 

Ada juga yang mengusulkan agar partai lain diajak gabung sebagai calong wakil dan partai Islam memimpin. #ForumOrmasIslam 

Inilah garis besar usulan dan saran serta nasehat #ForumOrmasIslam malam ini di Cikini. 

Kami merasa ini adalah nasehat orang tua atas anak-anak mereka yang sedang berjuang. #ForumOrmasIslam 

Kami tentu sangat mendengar aspirasi ini. Dan kami tentu akan memikirkan dengan seksama. #ForumOrmasIslam 

Bagi PKS, koalisi memang harus dimulai dari percakapan yang substantif. Tentang format kita. #ForumOrmasIslam 

PKS tidak mau terjebak simbolik semata. Kita harus mulai masuk substansi. #ForumOrmasIslam 

Substansinya adalah pemerintahan. Ideologinya sudah selesai. Kita semua bersandar pada Pancasila. #ForumOrmasIslam 

Format jaminan akan pemerintahan yang Efektif lah yang harus menjadi topik bicara kita. #ForumOrmasIslam 

Orang2 kita letakkan kemudian setelah konsep kita matang. Janji kampanye lahir di sini. #ForumOrmasIslam 

Demikianlah sebuah upaya serius sedang dijalankan sebagai ikhtiar agar Indonesia tetap Indah. #ForumOrmasIslam 

Kami ucapkan terima kasih kepada #ForumOrmasIslam


http://www.pkspiyungan.org 

Bukan Tentang Uang Partai | Oleh : Cahyadi Takariawan

Written By PKS KABUPATEN TEGAL on Kamis, 17 April 2014 | 17.4.14

Rasanya berdosa banget jika kita begitu percaya opini media, dan mengabaikan realitas kehidupan para ikhwah yang sedemikian tulus bekerja dalam jamaah dan sangat sepi dari publisitas. Kita disibukkan oleh opini yang dikembangkan media, dan kita tidak tertarik mengetahui realitas-realitas denyut dakwah di berbagai wilayah dan wajihah.

Adakah di antara kita yang mengetahui dengan detail kinerja serta prestasi ikhwah di MITI (Masyarakat Ilmuan dan Teknolog Indonesia) ? Mungkin kita hanya mengenal Dr. Warsito dengan penyembuhan kankernya saja, namun tidak banyak mengetahui kiprah ikhwah di bidang teknologi ini (red. anda harus tonton di "Hitam Putih").

Luar biasa keseriusan dan usaha para kader yang "pinter-pinter" untuk berkhidmat melalui jalur ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun mereka "tidak terkenal" karena pekerjaan bidang ini sepi dari publisitas dan tidak "menggoda". Sang Maestro teknologi, Kang Harna Surapranata (red. lihat profil : Kang Harna) bahkan sudah banyak dilupakan kader sendiri, karena sudah tidak menjadi menteri.

Kader tidak mengerti kiprah Kang Harna dan para doktor dan profesor dalam upaya serius mereka menggeluti dunia teknologi. Kader hanya mengerti Yuro menang di Karanganyar dan Tamsil Linrung kalah di Kota Makassar.

Kisah kemenangan politik sangat heroik, namun kisah prestasi pendidikan, kesehatan, teknologi, dan seni budaya sangatlah sepi dari tepuk tangan ikhwah.

Maksud saya, dakwah ini bukan melulu soal politik, uang, perempuan, kekuasaan, dan sekitar itu. Dakwah ini adalah sebuah mahakarya syamilah mutakamilah (lengkap dan melengkapi /red).

Menyempitkan pembahasan dakwah hanya dengan melihat pilkada, pileg, pilpres dan politik praktis lainnya, akan membutakan mata kita dari melihat keagungan dan kesemestaan mahakarya dakwah.

Barusan kita dihadiahi prestasi Pustakawan DIY bahkan juara Nasional bidang Perpustakaan. Kita juga dihadiahi prestasi Notaris DIY dalam puncak kepemimpinan Ikatan Notaris Indonesia. Namanya Mohammad Ichwanul Muslimin, SH. Serta segudang prestasi kader dakwah lainnya di bidang masing-masing, yang tidak menimbulkan heroisme serta gegap gempita yang membahana di majelis liqa, mabit dan nadwah.

Ikhwah senang mendengar berita kemenangan politik, dan mendengarkan sepenuh antusias. Namun berita gembira di berbagai bidang lainnya, cenderung disikapi dengan "sekedar mengetahui". Seakan mereka bukan pahlawan, walau memang tidak ingin disebut sebagai pahlawan.

Kisah-kisah heroisme dakwah di pelosok-pelosok daerah, kisah-kisah para murabbi dan murabbiyah yang melakukan pembinaan dengan segala jerih payah, seakan tenggelam di balik gemerlap dunia politik. Kalah menarik dibanding menanti hasil Pilkada dan Pileg 2014 yang di-update setiap detik..

Percayalah kita akan linglung jika hanya memikirkan soal politik praktis, namun kita akan sangat bijaksana jika melihat dakwah dari segi syumuliyah mutakamilah- nya.

Kita cepat capek bahkan ingin istirahat jika hanya selalu bergumul dengan kepraktisan politik. Namun kita merasa mulia dan sangat kuat jika berada pada sisi dakwah yang syamilah dan mutakamilah.

Wallahu a'lam bish shawab.


Sumber : http://www.pkspiyungan.org

PKS Temukan 11 Modus Pelanggaran Beraroma Kecurangan Pemilu di Yogya

Written By PKS KABUPATEN TEGAL on Senin, 14 April 2014 | 14.4.14

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menemukan sedikitnya 11 bentuk pelanggaran selama penyelenggaraan pemilihan legislatif pada 9 April lalu. Pelanggaran-pelanggaran yang beraroma kecurangan itu terjadi secara merata dari tingkat KPPS (TPS), PPS (Kelurahan) hingga PPK (Kecamatan).
Ketua Tim Advokasi DPW PKS DIY. Iwan Satriawan menilai tujuh dari 11 bentuk pelanggaran tersebut merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau disebut UU Pemilu Legislatif; Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 Tentang Penyelenggara Pemilihan Umum; serta Peraturan KPU Nomor 27 Tahun 2013. Pelanggaran-pelanggaran tersebut, yaitu:

1.C-1 yang sejak awal tidak tersedia di Kotak Suara, seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul. Hal yang sama juga terjadi Kelurahan Minomartani, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman;

2.KPPS dan PPS tidak memberikan Form C1 kepada Saksi  (hampir merata di setiap Kelurahan dan Kecamatan di wilayah DIY seperti yang terjadi di 825 Kelurahan dan Kecamatan di wilayah Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Kulonprogo);

3.KPPS memaksa Saksi menulis C-1 (hampir merata di setiap Kelurahan di wilayah DIY);

4.Ditemukan TPS yang tidak mendapatkan C-1 Plano, kemudian KPPS menggunakan kalender sebagai gantinya, seperti yang terjadi di Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul;

5.Ada petugas KPPS yang masih kelas 2 SMA dan belum memenuhi syarat menjadi anggota KPPS, seperti yang terjadi di Kecamatan Pathuk, Kabupaten Gunung Kidul (bertentangan dengan Pasal 53 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 Tentang Penyelenggara Pemilihan Umum);

6.PPS yang tidak bersedia menjalankan prosedur standar menurut Peraturan KPU Nomor 27 Tahun 2013 yaitu:

6.1Tidak membuka C1 Plano dan/atau  tidak menempelkan C1 Plano pada Papan Pengumuman, seperti yang terjadi di beberapa PPS Kelurahan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta;

6.2Form D-1 yang tidak ditandatangani oleh PPS, seperti yang terjadi di PPS Umbulrejo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul;

6.3Penggunaan dokumen di luar ketentuan yang sah seperti Form D-1 dan Lampiran C-1 yang dibuat ulang oleh  PPS dalam bentuk Microsoft Excel kemudian di-cetak dengan mesin printer, padahal seharusnya menggunakan Form D-1 dan Lampiran C-1 yang asli dan diisi oleh PPS dengan tulisan tangan seperti yang terjadi di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta;

6.4Kehilangan C-1 Plano seperti yang terjadi di salah satu TPS, Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Kota Gede, Kota Yogyakarta;

6.5PPS dengan sengaja melakukan penghitungan ulang data dari TPS meskipun Saksi belum mendapatkan C-1, seperti yang terjadi di Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul;

7.Pelanggaran yang terjadi di tingkat PPK yaitu:

7.1 PPK yang tidak melakukan supervisi terhadap kesalahan atau kelalaian di tingkat PPS dengan mengambil kebijakan untuk membuka dan/atau menempel C-1 Plano pada papan pengumuman padahal dengan dibuka dan/atau ditempelkannya C-1 Plano tersebut pada papan pengumuman dapat dilakukan pembetulan terhadap rekapitulasi suara yang terjadi di tingkat KPPS dan/atau PPS, seperti yang terjadi di PPK Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul;

7.2 Ada C-1 Plano yang tidak ada di PPK dan masih ditinggalkan di Kelurahan, seperti yang terjadi di Kelurahan Argobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman.Lanjut Iwan, Tim Advokasi DPW PKS DIY juga menemukan bentuk kecurangan lain selama proses rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat KPPS, PPS, dan PPK. Kecurangan-kecurangan itu antara lain:

1.Ditemukan perbedaan jumlah DPT, jumlah suara sah dan tidak sah yaitu sebesar 118 suara, serta ditemukan juga perbedaan C-1 dengan C-1 Plano dan D-1 seperti yang terjadi di Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Kota Gede;

2.Ditemukan C-1 Plano yang mengalami penggelembungan suara seperti yang terjadi di Desa Mbeji dan Desa Watusigar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul;

3.KPPS memalsukan jumlah suara di form C-1 seperti yang terjadi di Kecamatan Sedayu, Kelurahan Argomulyo, Kabupaten Bantul;4.Kesalahan penggunaan rumus penghitungan di Microsoft Excel sehingga jumlah suara suatu partai mengalami peningkatan, seperti yang terjadi di Kecamatan Kota Gede.

Yogyakarta, 13 April 2014

Tim Advokasi DPW PKS DIYSAFE LAW FIRM
Salam Cinta, Kerja, Harmoni

Bidang Humas
Dewan Pengurus Pusat

Kenapa PKS Tidak Mati? By @Fahrihamzah

Written By PKS KABUPATEN TEGAL on Minggu, 13 April 2014 | 13.4.14

Fahri Hamzah, Wasekjen PKS
Dalam banyak diskusi, mereka bilang, “maaf ya PKS, kalian gak masuk Senayan…”… #PadaKemanaSekarang ????

Dengan Sinis mereka menyerang PKS sebagai partai paling korup dan tidak lagi punya legitimasi… #PadaKemanaSekarang ?

Dengan kasar mereka meyakinkan publik bahwa PKS hanya akan dapat 1-3% dan gagal treshold.. #PadaKemanaSekarang ?

Bertahun tahun lebih mereka meyakinkan dunia bahwa PKS akan berakhir tragis. Partai Islam akan mati. #PadaKemanaSekarang ?

Pendekatan yang paling halus dan ilmiah dilakukan..pendekatan paling kasar juga dilakukan…

Kesalahan kecil pada partai Islam didramatisasi seperti kejahatan luar biasa.
Partai Islam dituduh menjual agama dan mereka diam saja kalau partai lain jual negara..
Pesimisme pada PKS disebar melalui mulut mereka yang berkhotbah di atas mimbar Ilmiah.

Pesimisme pada PKS dikampanyekan 24 jam dan kami tak punya uang untuk melawan.
Dalam perdebatan kontent mereka tak bisa melawan PKS karena itu PKS harus diserang Ad hominen (*).

Betapa dalam pengaruh fitnah mereka gara2 satu kasus LHI itu.
Tapi, alhamdulillah….kita menolak kalah…menolak tertunduk dan menyerah..
Sambil saya terus berpikir….kenapa kebencian mereka besar sekali? Kenapa kebaikan kita dibenci?

PKS jika tidak ada kasus kemarin, saya yakin akan menjadi salah satu partai besar. #PKS3Besar seperti rencana.

Kenapa mereka takut sekali kalau PKS masuk 3 besar? Takut sekali kalau partai yg punya kader memimpin.

Kenapa mereka takut sekali kalau partai yang punya tradisi organisasi yang solid memimpin?

Kenapa mereka takut sekali kalau partai berdasar Islam memimpin?

Kenapa mereka takut sekali kalau anak2 muda yang baru masuk politik ini dengan bersih memimpin?

Kenapa keberanian kami berbicara dan berbeda pendapat dihukum? Ini kerja siapa?
Alhasil, mereka gagal. PKS tetap tegar. Hari2 ini mereka berbisik, “kenapa PKS tidak mati?”

Mereka berkata, “kenapa semua strategi membunuh PKS gagal?”

Dan kepada mereka, majikan mereka mengancam, “bantuan akan kami hentikan kalau PKS tdk mati!”

Perasaan murni karena aku tidak mengerti kenapa membenci maksud baik kami. #PadaKemanaSekarang ?

Tapi kami di PKS ingin mengambil hikmah ini ke dalam. Setelah kita kejutkan mereka sekali lagi. #PKSbersyukur

Kita rayakan ini sebagai ujian yang telah kita lalui. Dan kita lolos. #PKSbersyukur

Biarkan mereka dengan kebodohannya. #PKSbersyukur

Kita tatap masa depan kita dan negeri ini. #PKSbersyukur


republish : http://pkscibitung.wordpress.com/2014/

Partai Islam Lolos PT | Masih Percaya Lembaga Survey ?

Written By PKS KABUPATEN TEGAL on Kamis, 10 April 2014 | 10.4.14

Lembaga survei secara mendasar perlu memperbaiki metodologi surveinya dari kecenderungan metode tunggal survei yang pure kuantitatif menjadi mix methode mempertimbangkan survei kualitatif dengan menggunakan variasi metode explanatory atau analytical survey. Hal itu terkait terbantahkannya hasil survei yang dilakukan lembaga survei terhadap partai-partai Islam pada Pileg 2014.

Menurut Direktur Pusat Studi Sosial Politik Indonesia (Puspol Indonesia) Ubedilah Badrun kepada Elshinta.com via email, menjelang pemilu legislatif lembaga lembaga survei yang dinilai sebagai lembaga yang memiliki kredibilitas melakukan survei dengan hasil survei yang seluruhnya menempatkan partai Islam atau partai yang berbasis Islam berada pada posisi buncit bahkan empat diantara partai Islam akan tidak lolos parliamentary threshold (ambang batas perolehan kursi parlemen) 3,5 %.

Ubedilah menyebutkan, hasil survei sebelum pemilu legislatif 9 April dari lembaga survey yang dinilai memiliki kredibilitas menempatkan partai partai Islam pada posisi buncit dengan perolehan suara PKB 3,7 %, PPP 3,6%, PAN 3,3 %, PKS 2,2 %, PBB 0,7 % (Survey Lingkaran Survei Indonesia dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error 2,9% yang dilakukan Januari 2014). Bahkan sejak Juli 2012 CSIS sudah merilis dengan hasil sebagai berikut PPP 3,0 %, PKB 2,8 %, PKS 2,2 %, PAN 2,0%.( Survei Juli 2012 dengan confidence level 95% dan Margin of error 2.55%). Begitu juga yang dilakukan Saeful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis februari 2013 memprediksi PKS terjun bebas dengan perolehan suara 2,7 % (Survei yang dirilis Maret 2013 dengan tingakt kepercayaan 95% dan margin of error 3%).

Sementara, lanjut Ubedilah yang juga pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta ini mengungkapkan, hasil survei tersebut menurut data Pusat Studi Sosial Politik Indonesia (Puspol Indonesia) pasca real count nanti akan terbantahkan.

Kecenderungan sementara melalui explanatory /analytical study secara independen yang dilakukan Puspol Indonesia menunjukkan bahwa partai partai Islam atau berbasis Islam melampaui parliamentary threshold 3,5 %. "Terkecuali PBB yang relatif bergerak pada 2,7 hingga. 3,4 persen," ujarnya.

Oleh karenanya, selain perlu memperbaiki metodologi surveinya, lembaga-lembaga survei juga perlu menjawab pertanyaan publik tentang adanya kepentingan subyektiv politik yang dominan dari lembaga survei sehingga cenderung menafikan obyektivitas.

"Dari segi metodologi lembaga survei juga tidak menjadikan budaya politik dan mesin politik partai Islam sebagai objek study mereka," tandas Ubed. (sik)


PKS: Suara Partai Islam Meningkat

Jakarta - Prediksi berbagai lembaga survei bahwa suara partai-partai Islam turun di Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 terbantahkan dari hasil quick count (hitung cepat) sejauh ini. Apabila hasil Pemilu 2009 partai-partai Islam, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dijumlah maka akan diperoleh angka 18%. Pada tahun 2014 perolehan suara ketiga partai ini lebih dari 22%.

Presiden PKS Anis Matta di Pusat Tabulasi Suara Nasional PKS di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (9/4) malam mengatakan PKS, sebagai partai yang berazazkan Islam, menyambut gembira hasil tersebut.
"Asumsi bahwa partai-partai Islam akan terlempar dari panggung politik, ternyata tidak benar," jelasnya.

Selain itu, Anis menyatakan hasil sementara ini menunjukkan efek figur tertentu yang dianggap dapat mengerek suara sebuah partai ternyata tidak terbukti.
"Ini yang menarik, ternyata efek figur yang disebutkan itu tidak sedahsyat yang digembar-gemborkan selama ini," tuturnya.

Politikus lulusan LIPIA Jakarta itu menyatakan bahwa secara umum hasil ini menunjukkan tidak ada partai yang dominan. Ia memperkirakan calon presiden (Capres) yang maju akan datang berkisar tiga sampai empat pasang calon.
"Dan saya kira akan sehat demokrasi kita jika banyak capres yang maju," ujarnya lagi.
Anis juga mengungkapkan PKS sendiri belum akan bicara soal capres. Mereka masih fokus pada perhitungan real count.

"Kami masih akan fokus pada perhitungan real count dan meminta para saksi tetap di lokasi sampai penghitungan selesai diinput ke KPU,” pungkasnya.


(Boyke P. Siregar/ Foto:WE / Sumber : http://wartaekonomi.co.id )
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN
Copyright © 2011. PKS KABUPATEN TEGAL - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger